info: banner blog sudah dipindah ke sini
dan bagi yang ingin mendaftar kan link blog sobat dengan mister lingky silahkan di sini

Tuesday, May 21, 2013

kamus bahasa gaul indonesia


A
Abal-abal : murahan atau jelek
afk / away from keyboard : pergi dari komputer sementara
AFAIK / As Far As I Know  : sejauh yang saya tahu
Agan : juragan
ASAP / as soon as possible : membalas pesan atau surat secepat mungkin
begono : begini
bokap : ayah
boneng : benar, betul
brb / be right back : akan segela kembali
Bro : singkatan dari brother dalam bahasa inggris, digunakan untuk memanggil kakak laki-laki
celeng : mabuk, cara jalan yang tidak terkendali
celeng : mabuk, cara jalan yang tidak terkendali
cemen= gak ada nyali
cinlok/cinta lokasi : orang yang mencitai orang ketika ia berada dengan seseorang yang sama lokasinya dengan ia
Cipok : ciuman bibir
Copas / copy-paste : mengutip
cupu : culun punya
curut, cecurut : anak tikus
embel-embel : lanjutan.
elo : kamu.
ember : emang bener ; pembocor rahasia.
gem : permainan ( dari bahasa inggris : game)
googling : browsing dengan website google.com
goceng : lima ribu rupiah.
jejel : paksa masuk, pemaksaan.
jijai : jijik, menjijikkan
jojon : pendek
jomblo : berstatus tidak memiliki pacar.
kamsia : terima kasih
kancut : baju dalam.
kate : pendek
kocak : lucu
koit : mati
kongko : ngobrol.
kompi : komputer
konek : mengerti.
lol / lough out loud : tertawa terbahak bahak
modar : mati
mudeng : jelas, mengerti
muka bulan : jerawatan.
ngidam : mengharapkan sesuatu.
ngloyor : jalan-jalan tidak jelas arah.
nyogok : cara curang mendapatkan sesuatu
noban : dua puluh ribu rupiah
nyabu : memakai narkoba jenis syabu-syabu
nyolot : perbuatan tidak sopan yang menyinggung orang lain.
Pertamax: artinya dia yang pertama menkoment  suatu topik di forum online
sotosop : fotoshop (foto hasil editan)
sotoy : sok tahu
sukmadnya : maksudnya
tampol : menampar
toge : tompel gede.
toa : berisik, bersuara besar.
toket : dada perempuan.
toel : menyentuh seseorang dengan sengaja.
tokai : tinja
tai : tinja
telmi : telat mikir, lemot



Aganwati :  juragan wanita
Akong : kakek- kakek
Alay / anak layangan  :norak atau kampungan
asl /age sex location : umur,jenis kelamin,tempat tinggal
asoy : enak, enjoy
ATM / At the moment  : saat itu juga

B
babe : cewek cantik
bantai : hancurkan
barbar : tidak punya kebudayaan
batek :  kasar
bb : black berry
BB17/ buka bukaan 17: segala cerita, gambar, foto, video, kisah kisahcerita seputar anak anak ABG yang buka bukaan / terbuka di sekitar umur 17-an tahun.
bbm / black bery messenger: sistem chat yang digunakan di bb (lih: bb)
BCL: artist bernama Bunga Citra Lestari
Beibeh17 :bb 17 (lih bb17)
Bf/blue film : film porno
bocin : botak licin (rambut tidak ada)
bocor : sulit menyimpan rahasia
bokir : gigi yang posisinya sangat maju
bolang : bocah petualang 
bokep : porno
boker : buang air besar
bonyok : bokap ( lih bokap)  nyokap (lih nyokap)
botol : bocah tolol.
boxy : botak sexi
botol : bocah tolol.
Bt / boring time : bosen
btw / by the  way : ngomong-ngomong
brondong : pria muda
brownis : singakatan dari brondong (lih brondong) manis

C
cabut : pergi.
Cacat : jelek , salah
Cape deh : cape sekali
capcai : cape deh.
Cam : web camera
cabut : pergi
cemat= cewe matre
CMIIW/correct me if i’m wrong : betulkan jika saya salah
Cipika : cium pipi kanan
cipiki : cium pipi kiri
cod /  cash on delivery : jadi membeli barang pake ketemuan
Cingcay lah : lumayan lah
CU / see you later : sampai jumpa lagi
Cukong: cubit bokong
Clbk/cinta lama bersemi kembali : mencintai kembali orang yang dulu kita cintai

D
Dc / disconnect : terputus dari jaringan internet
DDL / direct download Link : download langsung tampa musti registrasi
dj / disc jockey  : pemain musik
DL : singkatan dari download (mengambil file dari internet)
Dodol  : bodoh, lemot
dp : bayaran pertama dari siklus cicilan
ds/ dual screen: menggunakan dua layar

E
eneg : ingin memuntahkan sesuatu, tidak enak badan
EOM / End of message ; menghentikan pesan

F
FAQ/ Frequently Asked Questions: petanyaan yang sering ditanyakan orang di internet
FB :singakatan dari situs facebook
FJ : singakatan dari Forum Jokes
FJB : singakatan dari forum jual beli
FM : singakatn dari Forum Musik
FPS /first shoter game : gaem tembak tembakan
FS : singakatan dari  friendster
FTW / For The Win : untuk yang memnang
Fovie / forum movie  : forum yang membahas tentang movie

G
Gaje: gak jelas
Gaptek : gagap teknologi
Gazebo : Gak zelas bo
Gba : singakatan dari game boy andvance
geber : tindakan memacu kendaraan lebih cepat agar suaranya semakin keras.
gempor : lelah, capek sekali.
Gopeceng : lima ratus ribu rupiah
gopek : lima ratus perak.
guguk : anjing.

H
hantem : hajar
hentai : komik porno
Hoax:  Berita Bohong
hostes : pelacur

I
Igo/ Indonesian Girl Only : hanya perempuan indonesia
ijo : hijau.
ijo lumut : Ikatan Jomblo Lucu dan Imut
ilang : hilang
Imho /  in my humble opinion : menurut pendapat saya
Indo : indonesia

J
Jablay/ jarang dibelay : perempuan pelacur
Jadian : pacaran
jadul : jaman dulu (kuno)
jatoh : jatuh.
jenong : dahi yang maju ke depan. 
junk: posting di forum online  yang gak mutu

K
kae : seperti
kampret : seseorang yang kurang ajar; kelelawar pemakan serangga.
kangtau : lowongan pekerjaan.
kaskuser : anggota forum website kaskus.
keluyuran : pergi dari rumah dalam jangka waktu yang lama.
Keduaxx : dia yang ke dua kali menkoment  suatu topik di forum online
kere : miskin
klepto : pencuri
kroco : cupu(lih cupu) , pegawai rendahan , bawahan , orang yang belum bisa apa apa
Klonengan: artinya copy-an
kucrit : kecil.
Kull : kuliah
L
labayus : lebay dan jayus.
lekong : legit.
Lemot/lemah otak : lama,kura kura, bodoh
lenje-lenje : kelakuan lelaki yang lembut seperti banci
lesbong : lesbian
letoy : lelah, lemas
londoi : posisi lemas menggantung



M
maem : makan
maho: manusia homo
majang : memamerkan.
Malay: maling alay(lih alay)
Manga : komik jepang
Manhwa:komik korea
Morpg/multiplayer online role play game : game rpg (lih rpg) yang online
mt : singkatan nama game maximum tune

N
najong : najis.
Nembak : menyatakan cinta
nepsong : penuh nafsu.
nganggur : tidak melakukan pekerjaan yang berat.
ngerong-rong : keluar dari aturan.
ngibul : bohong
ngemeng : ngomong.
ngocok : onani
ngocol : tidak sopan
ngomel : berkata-kata dengan marah
ngotot : bersikukuh mempertahankan pendapat
ngupil : mengambil upil dari dalam hidung
nongol : muncul
nyemok : merokok
nyodok : mendorong sesuatu dengan sengaja.
nyolong : mengambil barang milik orang lain.
nyokap : ibu.
nyomot : mengambil milik orang lain.
o
odong : sulit mengerti sesuatu
ol: online
of: ofline
Oneng: bodoh
Omdo/omong doing : orang yang hanya bisa ngomong
OMG/ Oh My God :  astaga
otw : on the way (dalam perjalanan)
OOT/Out Of Topic : keluar dari topic pembicaraan

P
Parno : Paranoid
PB/ point blank : sebuah game online FPS (lih FPS)
pee : pipis, kencing.
ps: siangkatan dari playstasion
ps2: singakatan dari plas stasion 2
ps3:singakatan dari play stasion  3
psk : pedagang susu keliling
psp: singkatan dari play stasion portable
poke : film atau game  pokemon
POV / point of view : sudut penglihatan
puser : pusar
pup : tinja.


Q
Q : quest, biasa didebut sebagai misi dalam game
Q&A / question and answer : Tanya jawab





R
Repost : suatu thread yang diulang
Rpg/ role play game : game ps (lih ps) yang menggunakan tactic/ startegi

S
sambel : sambal.
Sara : kata kata kasar
sis : panggilan untuk nona
sekia : anak-anak.
seneng : senang.
Shonjo : komik perempuan
Shonen: komik laki laki
sosor : mencium ( pipi/ bibir )
somse : sombong sekali
surfing : berselancar di dunia maya/ mencari sesatu di dunia maya

T
tante girang : perempuan yang suka dengan gigolo.
TBA / to be announced : akan diumumkan
TKP:  sebutan untuk link  ke web lain di  internet

U
ucup : mudah, gampang,cupu
UL:singkatan dari upload (menaruh / memasukan file ke internet)

v
vape : mengganggu orang yang sedang pacaran



W
WTA/ Want to Ask : ingin bertanya
WTB/ want to buy : ingin membeli barang atau jasa
Wtf/what the fuck : sialan, menyebalkan.
Wts/ want to sell :ingin menjual barang atau jasa


X
X boy friend : mantan pacar laki laki
x girlfriend: mantan pacar perempuan
READ MORE - kamus bahasa gaul indonesia

Kamera digital


Kamera digital
Kamera digital adalah kamera yang tidak tergantung pada film negative (klise). Pada kamera digital, peran film negative diambil oleh sebuah chip berebentuk kartu kecil yang berfungsi untuk menyimpan hasil pemotretan. Ada dua tipe cip yaitu CCD (Charge Coupled device) dan CMOS (complementary metal oxide semiconductor). Cip berfungsi menangkap cahaya dari luar melalui lensa dan mengubahnya menjadi electron-elektron sehingga membentuk gambar digital. Kelebihan dari kamera ini adalah hasil pemotretan dapat langsung dilihat pada layar monitor yang terletak di bagian belakang kamera. Jika gambar yang diambil tidak sesuai dengan yang diinginkan, bisa langsung dihapus. Biasanya kamera digital juga dilengkapi dengan fasilitas zoom yaitu pengaturan perbesaran objek yang akan diambil tanpa harus mendekatkan kamera ke objek, serta pengaturan terang gelap lampu blitz.
Kemampuan kamera digital diukur dalam megapixel, yaitu kemampuan kamera untuk menangkap objek. Makin besarnya angka, berarti makin detaik gambar yang dihasilkan sehingga kualitas gambar makin tajam. Untuk kamera digital dengan kemampuan 1 megapixel misalnya objek yang dapat diambil hanya seukuran kartu pos. untuk kamera dengan kemampuan 2-3 megapixel, gambarnya bisa dicetak dari mulai ukuran 8 x 6 inchi sampai 10 x 8 inchi. Untuk kamera dengan kemampuan 4 -6 megapixel, gambarnya bisa dicetak dengan ukuran 10 x 9 inchi sampai 12 x 10 inchi.
Sensor kamera adalah sensor penangkap gambar yang dikenal juga sebagai CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang terdiri dari jutaan piksel lebih.
Sensor ini berbentuk chip yang terletak tepat di belakang lensa. Semakin banyak pixel yang ditangkap, semakin detail gambar yang dihasilkan.

Komponen kamera digital

Sensor kamera

Sensor kamera adalah sensor penangkap gambar yang dikenal juga sebagai CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang terdiri dari jutaan piksel lebih.
Sensor ini berbentuk chip yang terletak tepat di belakang lensa. Semakin banyak pixel yang ditangkap, semakin detail gambar yang dihasilkan.
Layar LCD
Layar LCD (LCD display) adalah layar kecil pada kamera digital yang bermanfaat untuk melihat seperti apa bidikan yang ditangkap oleh sensor CCD. Hasil yang ditunjukkan pada layar LCD lebih akurat dibandingkan hasil yang diperkirakan dalam kamera konvensional yang sering berbeda.
Layar LCD juga bisa membantu untuk melihat hasil foto secara instan setelah gambar diambil, hal ini memudahkan untuk mengkoreksi langsung hasil foto untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Media penyimpanan
Salah satu komponen yang sangat berperan adalah media penyimpanan. Media ini dapat berupa compact flash, memory stick, dan sebagainya. Pada umumnya media penyimpanan memiliki kapasitas penyimpanan gambar dalam jumlah besar sesuai dengan kapasitas memori yang dimiliki.
Kapasitas gambar pada setiap media juga ditentukan dengan kapasitas resolusi dari masing-masing gambar yang dihasilkan. Semakin tinggi resolusi CCD, semakin besar ukuran ruang untuk menyimpan berkas yang dibutuhkan dalam media penyimpan.

Jenis kamera digital

Pada dasarnya kamera digital dapat dikategorikan dalam 2 jenis.
  1. Kamera saku digital (digital pocket camera)
  2. Kamera digital SLR (Digital Single Lens Reflect (SLR) Camera)

Kelebihan Kamera DSLR

Kualitas Gambar
Karena sensor DSLR lebih besar, kualitas tangkapan nya cenderung lebih bagus dibanding dengan kamera kompak.

Fleksibel

DSLR bisa dengan mudah berganti lensa sesuai kebutuhan.

Kecepatan
DSLR lebih cepat dalam soal kecepatan rana (kecepatan menagkap gambar), start up, dan juga shutter lag (jeda antara waktu menekan tombol bidik hingga gambar tersimpan).

Viewfinder Optis
Dengan viewfinder optis, apa yang terlihat di jendela bidik akan sesuai dengan hasil yang ter-rekam.

Jangkauan ISO Lebar
Setting ISO (tingkat kepekaan sensor pada cahaya) memiliki jangkauan lebih luas, sehingga lebih fleksibel memotret di segala kondisi bahkan di tempat yang minim cahaya sekalipun.

Kontrol Manual
Meski pada beberapa kamera kompak telah dilengkapi setelan manual untuk memotret, namun jumlah dan fleksibilitas nya lebih beragam di DSLR.

Nilai
Kamera DSLR dipandang memiliki nilai leibih dari pada kamera kompak. Karena nya faktor “kadaluarsa” nya lebih panjang. Investasi pada lensa tidak akan basi karena bisa terus dipakai.

Ruang Ketajaman
Sering disebut depth of field. Dengan DSLR, ruang ketajaman obyek foto bisa diatur dengan leluasa. Dengan fitur ini sobat bisa membuat foto dengan objek yang tajam dan latar belakang buram.

Kualitas Optik
Kualitas lensa DSLR tentu saja lebih bagus dengan kamera saku. Selain itu, pilihan kualitasnya beragam, tergantung isi saku sobat.

Kekurangan Kamera DSLR
Harga
Kamera DSLR memang lebih mahal dari pada kamera saku. Namun sekarang sudah ada kamera DSLR kelas entry level yang harga nya lebih terjangkau.

Berbobot
Ukuran dimensi nya tentu saja lebih besar dibandingkan kamera kompak. Mengambil nya dari tas membutuhkan waktu beberapa saat.

Butuh Perawatan

Kamera ini cenderung butuh perawatan ekstra. Ketika sobat mengganti-ganti lensa, ada kemungkinan debu dan kototran masuk ke sensor, sehingga sobat harus rajin membersihkan nya agar kamera tidak cepat rusak.

Kompleks

Pengelolaan dan pengesettan kamera DSLR memang lebih komplek, karena dirancang untuk pemotretan manual. Namun kini banyak kamera DSLR baru yang menyertakan fasilitas tambahanuntuk pengelolaan yang mudah dan otomatis di dalam nya.

Membidik via Viewfinder
Kebanyakan kamera DSLR tidak menyediakan fasilitas LCD untuk membidik obyek, seperti pada kamera saku. Namun beberapa kini, sudah menyediakan fasilitas ini lewat feature Live View.

Cara kerja
Pada saat kita menekan tombol shutter, maka di dalam kamera terjadi tahapan-tahapan untuk memproses gambar. Meskipun hanya merasakan sekilas saja, namun tahapan yang dilakukan di dalam kamera digital cukup panjang. Hanya saja, proses tersebut dilakukan dengan sangat cepat. Berikut adalah gambaran tentang proses tersebut :
  1. Lensa menangkap gambar, lalu diteruskan ke bagian panel penangkap gambar. Penangkap gambar atau biasa disebut sensor CCD -yang juga berfungsi sebagai view finder- mengirimkan gambar ke LCD. Sementara pada kamera DSLR, gambar juga dilewatkan ke cermin pantulan yang merefleksikan gambar ke jendela intip (eye finder).
  2. Gambar yang ditangkap oleh lensa, dilewatkan pada filter warna yang kemudian akan ditangkap oleh CCD atau sensor gambar. Jarak antara lensa dan sensor ini dikenal dengan istilah focal length. Jarak ini pula yang akan menjadi faktor pengali pada lensa.
  3. Tugas CCD adalah merubah sinyal analog (gambar yang ditangkap oleh lensa) menjadi sinyal listrik. Pada CCD ini terdapat jutaan titik sensor yang dikenal dengan pixel. Jadi istilah pixel atau megapixel pada kamera digital sebenarnya mengacu pada jumlah titik pada sensor ini. Semakin kecil sensor dan semakin banyak titik sensornya, maka akan semakin halus dan semakin tinggi resolusi gambar yang dihasilkan.
  4. Gambar yang ditangkap oleh sensor CCD diteruskan ke bagian pemroses gambar yang tugasnya memproses semua data dari sensor CCD menjadi data digital berupa file format gambar, serta melakukan proses kompresi sesuai format gambar yang dipilih (RAW, JPEG, dan sebagainya). Di bagian ini selain chipset yang berperan, software (firmware) dari kamera yang bersangkutan juga menentukan hasil akhir gambar. Kedua bagian inilah yang akan menentukan karakter dari kamera digital tersebut. Itulah sebabnya, setiap mereka kamera memiliki software dan chipset sendiri-sendiri pada kamera mereka.
  5. Proses yang terakhir adalah mengirimkan hasil file gambar dalam format yang dipilih ke bagian penyimpanan (storage) atau memory card. Biasanya, memory card berupa SD, CF dan sebagainya.
  6. Tahapan selanjutnya adlaah proses yang dilakukan di luar kamera. Namun pada kamera digital modern, masih menyediakan opsi pencetakan langsung yang disebut PictBridge, ExifPrint dan sebagainya.
Demikianlah proses gambar pada sebuah kamera digital. Namun tahapan tersebut hanyalah basic atau dasar dari hampir semua kamera digital. Pada beberapa merek kamera digital, biasanya masih menambahkan beberapa proses untuk memperbaiki kualitas gambar, termasuk penambahan fitur pada tingkap aplikasi atau software.
READ MORE - Kamera digital

Majas




Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis 


1.        Gaya Bahasa Perulangan
A.       Aliterasi
Aliterasi ialah sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada suatu kata atau beberapa kata, biasanya terjadi pada puisi.
Contoh:  Kau keraskan kalbunya
    Bagai batu membesi benar
    Timbul telangkai bertongkat urat
    Ditunjang pengacara petah pasih
B.       Asonansi
Asonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal, pada suatu kata atau beberapa kata. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek penekanan.
Contoh: Segala ada menekan dada
                    Mati api di dalam hati
                    Harum sekuntum bunga rahasia
                    Dengan hitam kelam
C.      Antanaklasis
Antanaklasis ialah sejenis gaya bahasa yang mengandung perulangan kata dengan makna berbeda.
Contoh: Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang.
D.      Kiasmus
Kiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat.
Contoh: Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.
E.       Epizeukis
Epizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. Maksudnya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh: Ingat kami harus bertobat, bertobat, sekali lagi bertobat.
              Ingat kamu harus belajar belajar dan belajar untuk menjadi yang terbaik
              Berlati berlatih terus agar kamu bias menjadi yang terbaik
F.       Tautotes
Tautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi.
Contoh: Aku adalah kau, kau adalah aku, kau dan aku sama saja.
G.      Anafora
Anafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat.
Contoh:          Kucari kau dalam toko-toko.
Kucari kau karena cemas karena sayang.
Kucari kau karena sayang karena bimbang.
Kucari kau karena kaya mesti diganyang.
H.      Epistrofa (efifora)
Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pada akhir baris atau kalimat berurutan.
Contoh: Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur.
Aku mencercah daging ketika kau tidur.
I.         Simploke
Simploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat secara berturut-turut).
Contoh:          Ada selusin gelas ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin piring ditumpuk ke atas. Tak pecah.
Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. Tak pecah.
J.        Mesodiplosis
Mesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau kalimat secara berturut-turut.
Contoh:          Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa.
                                                Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat.
K.       Epanalepsis
Epanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris, klausa, atau kalimat.
Contoh: Saya akan berusaha meraih cita-cita saya.
L.       Anadiplosis
Anadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya.
Contoh:          Dalam raga ada darah
Dalam darah ada tenaga
Dalam tenaga ada daya
Dalam daya ada segalanya

2.        Gaya Bahasa Perbandingan
a.       Perumpamaan
Perumpamaan ialah padanan kata atau simile yang berarti seperti. Secara eksplisit jenis gaya bahasa ini ditandai oleh pemakaian kata: seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, serupa.
Contoh: Seperti air dengan minyak.
b.       Metafora
Metafora ialah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara implisit.
Contoh: Aku adalah angin yang kembara.
              Sang surya terbit di timur
               Raja hutan itu mengamuk
c.        Personifikasi
Personifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang tidak bernyawa ataupun pada ide yang abstrak.
Contoh: Bunga ros menjaga dirinya dengan duri.
               Ia adalah bunga desa
               Andi adalah binta kelas di kelasnya
d.       Depersonifikasi
Depersonifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu benda tak bernyawa pada manusia atau insan. Biasanya memanfaatkan kata-kata: kalau, sekiranya, jikalau, misalkan, bila, seandainya, seumpama.
Contoh: Kalau engkau jadi bunga, aku jadi tangkainya.
               Kalau engkau amplop maka aku perangkonya
               Kalau engkau kopi maka aku susunya
e.       Alegori
Alegori ialah gaya bahasa yang menggunakan lambang-lambang yang termasuk dalam alegon antara lain:
Fabel, contoh: Kancil dan Buaya
Parabel, contoh: Cerita Adam dan Hawa
Fable contoh:cerita kura kura dan kelinci
f.         Antitesis
Antitesis ialah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan.
Contoh: Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian.
              Ia senang bila aku sedih
              Ia aka tertawa bila aku gagal
g.       Pleonasme dan Tautologi
Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebesarnya tidak perlu. Contoh: Capek mulut saya berbicara, saya sudah lelah menjelaskanya ,sampai kapan kaum bisa mengerti
Tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase yang searti dengan kata yang telah disebutkan terdahulu. Contoh: Apa maksud dan tujuannya datang ke mari?,apa maksud amplop ini?, apa mau muu disini?
h.       Perifrasis
Perifrasis ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja.
Contoh: Wita telah menyelesaikan sekolahnya tahun 1988 (lulus).
               Doni diwisuda tahun 1994
                Toni menyelesaikan ujian terkahirnya kemarin
i.         Antisipasi (prolepsis)
Antisipasi ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya menggunakan frase pendahuluan yang isinya sebenarnya masih akan dikerjakan atau akan terjadi.
Contoh: Aku melonjak kegirangan karena aku mendapatkan piala kemenangan
               Ibu itu mengangis histeris karena anaknya menninggal
              Ia memberontak karena tidak mau dimasukan asrama
j.         Koreksio (epanortosis)
Koreksio ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula ingin menegaskan sesuatu. Namun, kemudian memeriksa dan memperbaiki yang mana yang salah.
Contoh: Silakan Riki maju, bukan, maksud saya Rini!
               Silahkan makan makanan ini ton bukan maksudnya dino
                Kamu ini sangat gendut,bukan,maksudnya kamu ini sangat gentleman
3.        Gaya Bahasa Pertentangan
a.       Hiperbola
Hiperbola ialah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan baik jumlah, ukuran, ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekan, memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
Contoh: Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia.
               Ibu itu terkejut setengah mati ketika mendengar bahwa anaknya tidak naik kelas
              Dodi menjerit hingga meruntuhkan gedung
b.       Litotes
Litotes ialah majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.
               Apa maksud dari ini hanya sekedar basa basi
                Apa yang kami berika tidak akan bermanfaat bagi mu
c.        Ironi
Ironi ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang isinya bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Bagus benar rapormu Bar, banyak merahnya.
              hebat sekali kau soal segampang gini tidak bisa
               tulisan mu indah sekali sampai aku tidak bisa membacanya
d.       Oksimoron
Oksimoron ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang di dalamnya mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase atau dalam kalimat yang sama.
Contoh: Olahraga mendaki gunung memang menarik walupun sangat membahayakan.
              Orang itu sangat baik walaupun ia adalah teroris
              Orang itu sangat pinter matematika walaupun ia tidak bisa bahasa ingris
e.       Paronomosia
Paronomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang berisi penjajaran kata-kata yang sama bunyinya, tetapi berlainan maknanya.
Contoh: Bisa ular itu bisa masuk ke sel-sel darah.
f.         Zeugma dan Silepsis
Zeugma ialah gaya bahasa yang menggunakan dua konstruksi rapatan dengan cara menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata lain. Dalam zeugma kata yang dipakai untuk membawahkan kedua kata berikutnya sebenarnya hanya cocok untuk salah satu dari padanya.
Contoh: Kami sudah mendengar berita itu dari radio dan surat kabar.
Dalam silepsis kata yang dipergunakannya itu secara gramatikal benar, tetapi kata tadi diterapkan pada kata lain yang sebenarnya mempunyai makna lain.
Contoh: Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya.
g.       Satire
Satire ialah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung.
Contoh:     Jemu aku dengan bicaramu.
   Kemakmuran, keadilan, kebahagiaan
   Sudah sepuluh tahun engkau bicara
   Aku masih tak punya celana
   Budak kurus pengangkut sampah
h.       Inuendo
Inuendo ialah gaya bahasa yang berupa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: Dia memang baik, cuma agak kurang jujur.
              Terkadang orang itu pintar Cuma ia tidak mau konsentrasi
              Dia memang baik Cuma agak sering berbohong
i.         Antifrasis
Antifrasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Berbeda dengan ironi, yang berupa rangkaian kata yang mengungkapkan sindiran dengan menyatakan kebalikan dari kenyataan, sedangkan pada antifrasis hanya sebuah kata saja yang menyatakan kebalikan itu.
Contoh Antifrasis: Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol).
                               Lihat lah si pintar masuk
                               Lihatlah si kurus masuk

j.         Paradoks
Paradoks ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.
Contoh: Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati.
               Orang baik biasanya ada maunya
               Orang pintar biasanya mempunya kelemahan
k.        Klimaks
Klimaks ialah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya.
Contoh: Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara, orang tua, nusa bangsa dan negara.
              Kemerdekaan ini harus kita si dengan prestasi prestasi
              Talenta kita diharapkan dapat membantu banyak orang
l.         Anti klimaks
Antiklimaks ialah suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting.
Contoh: Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa, siswa SLTA, SLTP, dan SD.
              Bahasa ingris sudah diajarkan sejak kecil
              Lagu indonesia raya adalah lagu kebangsaan kita sejak dulu
                              
n.        Anastrof atau inversi
Anastrof ialah gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan susunan kata dalam kalimat atau mengubah urutan unsur-unsur konstruksi sintaksis.
Contoh: Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya.
              Dimakan temanya tanpa setahu istrinya
              Disogok tanpa diketahui bosnya
o.       Apofasis
Apofasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang tampaknya menolak sesuatu, tetapi sebenarnya justru menegaskannya.
Contoh : Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu kurang ajar.
               Sebenarnya saya tidak setuju dengan pendapat mu
               Sebenarnya saya tidak setuju tentang pertanyaan mu
p.       Histeron Proteran
Histeron Proteran ialah gaya bahasa yang isinya merupakan kebalikan dari suatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar. 
Contoh : Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau alami.
                Jika kamu naik kelas maka kematian yang akan mennunggu mu
               Jika kamu mendapat nilai bagus maka akan kubhjar kau
q.       Hipalase
Hipalase ialah gaya bahasa yang berupa sebuah pernyataan yang menggunakan kata untuk menerangkan suatu kata yang seharusnya lebih tepat dikarenakan kata yang lain.
Contoh: Ia duduk pada bangku yang gelisah.
                Ia duduk di sofa yang gelisah
               Ia duduk di tepi danau yang gelisah
r.          Sinisme
Sinisme ialah gaya bahasa yang merupakan sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati.
Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun dapat Anda hitung.
             Hebat sekali sampai kau bisa mengetahui berapa jumlah air di laut itu
              Doni kau sungguh hebat hingga dapat loncat melewati gedung itu
s.       Sarkasme
 Sarkasme ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran atau olok-olok yang pedas atau kasar.
Contoh: Kau memang benar-benar bajingan.
              Bodoh kau
              Kau ini tolo sekali
4. Gaya Bahasa Pertautan
a.       Metonimia
Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama barang, orang, hal, atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri.
Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot.
              Limosin jauh lebih mahal dari pada inova
              Harimau lebih cepat berlari dari pada kura kura
b.       Sinekdoke            
Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan nama sebagian sebagai nama pengganti barang sendiri.
Contoh Sinekdoke pars pro toto: Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu.
Contoh Sinekdoke totem pro parte: Dalam pertandingan itu Indonesia menang satu lawan Malaysia. 
c.        Alusio
 Alusia ialah gaya bahasa yang  menunjuk secara tidak langsung ke suatu pristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/ diketahui orang.
Contoh: Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini?
              Apakah bom itu terjadi lagi di jw mariot?
               Pakah kawah gunug itu meletus lagi?
d.       Eufimisme
Eufimisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap
merugikan atau yang tidak menyenangkan.
Contoh: Tunasusila sebagai pengganti pelacur.
e.       Eponim
 Eponim ialah gaya bahasa yang menyebut nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu
sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.
Contoh: Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson.
              Dengan jogging setiap hari anda akan menjadi eyeshield
              Dengan olahraga setiap hari maka tubuh anda akan seperti ade rai
f.         Antonomasia
 Antonomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan gelar resmi atau jabatan sebagai
pengganti nama diri.
Contoh: Kepala sekolah mengundang para orang tua murid.
              Presiden memanggil semua mentri
              Mandor itu membagikan gaji ke anak buahnya
g.       Epitet
 Epitet ialah gaya bahasa yang berupa keterangan yang menyatakan sesuatu sifat atau ciri yang khas dari
seseorang atau suatu hal.
Contoh: Putri malam menyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara.
            
h.       Erotesis
 Erotesis ialah gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban sama sekali.
Contoh: Tegakah membiarkan anak-anak dalam kesengsaraan?
               Apakah kamu tega melihat orang itu kelaparan
                Bagaimana kamu mempertanggung jawabkan perbuatan mu
i.         Paralelisme
 Paralelisme ialah gaya bahasa yang berusaha menyejajarkan pemakaian  kata-kata atau frase-frase yang
menduduki fungsi yang sama dan memiliki bentuk gramatikal yang sama.
Contoh: + Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus diberantas.
- Bukan saja  perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus memberantasnya (Ini contoh yang tidak baik).
j.         Elipsis
 Elipsis ialah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat penanggalan atau penghilangan salah satu atau beberapa
unsur penting dari suatu konstruksi sintaksis.
Contoh: Mereka ke Jakarta minggu lalu (perhitungan prediksi).
                                Pulangnya membawa oleh-oleh banyak sekali (Penghilangan subyek).
                                Saya sekarang sudah mengerti ( Penghilangan obyek).
                                Saya akan berangkat (penghilangan unsur Keterangan).
                                Mari makan!(penghilangan subyek dan obyek).
k.        Gradasi
Gradasi ialah gaya bahasa yang mengandung beberapa kata (sedikitnya tiga kata)  yang diulang dalam konstruksi itu.
Contoh: Kita harus membangun, membangun jasmani dan rohani, rohani yang kuat dan tangguh, dengan ketangguhan itu kita maju.
Kita harus membersihkan,mengubur,menguras tempat kita
Polisi harus menangkap,mengadili memenjarakan pelaku kejahatan
l.         Asindeton
 Asindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau suatu konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar, tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung.
Contoh: Ayah, ibu, anak merupakan inti dari sebuah keluarga.
              Toni,dodi,dono adalah keluarga
              Kedua orang itu adalah kakaberadik
m.     Polisindeton
Polisindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung. 
Contoh: Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana.
Kemerdekaan membutuhkan perjuangan keras semua orang
Renovasi rumah membutuhkan tukang yang handal dan dana yang mencukupi

READ MORE - Majas